Jakarta – Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA) kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan kurikulum Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Rabu, 7 Februari 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat I, Gedung Rektorat UHAMKA.
FGD ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan dan akademisi UHAMKA, antara lain Prof. Ade Hikmat (Direktur Sekolah Pascasarjana), Prof. Rahman Abdul Ghani (Wakil Direktur), Dr. Tohirin, M.Pd.I. (Kaprodi Magister PAI), Dr. Muhammad Dwifajri (Wakil Rektor IV), Dr. Purwidianto, M.A. (Wakil Dekan I Fakultas Agama Islam), serta Prof. Ai Fatimah Nur Fuad (Dekan Fakultas Agama Islam). Selain itu, beberapa dosen serta tenaga kependidikan turut serta dalam diskusi ini guna merumuskan kurikulum yang relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Hasil dari FGD ini menegaskan bahwa lulusan Program Studi Magister PAI diarahkan untuk memiliki empat profil utama, yaitu sebagai Pendidik Profesional, Pengelola Lembaga Pendidikan, Konsultan Pendidikan, serta Peneliti. Kurikulum yang disusun dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi unggul dalam berbagai aspek pendidikan Islam modern.
Adapun lima keunggulan lulusan Program Studi Magister PAI UHAMKA yang dihasilkan dalam FGD ini adalah:
- Mahir Artificial Intelligence – Mampu mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam pembelajaran dan manajemen pendidikan Islam.
- Berwawasan Global – Mempunyai pemahaman luas tentang pendidikan Islam dalam konteks global.
- Mampu Mengelola Sekolah Berbasis Akreditasi – Mampu menerapkan standar mutu dalam pengelolaan sekolah dan lembaga pendidikan.
- Mampu Mendesain Kelas Internasional – Memiliki keterampilan dalam membangun sistem pembelajaran yang sesuai dengan standar internasional.
- Mampu Mendesain Islamisasi Sekolah – Mampu mengembangkan konsep Islamisasi dalam pengelolaan dan pembelajaran sekolah.
Dr. Tohirin, M.Pd.I., selaku Kaprodi Magister PAI, menegaskan bahwa kurikulum ini disusun untuk menjawab tantangan era digital dan globalisasi. “Kami ingin memastikan bahwa lulusan kami memiliki kompetensi yang tidak hanya berbasis pada pemahaman keislaman yang kuat, tetapi juga memiliki keterampilan teknologi dan manajerial yang unggul,” ujarnya.
Dengan kurikulum yang telah dirumuskan, Program Studi Magister PAI UHAMKA berkomitmen untuk mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan pendidikan Islam modern dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam. FGD ini menjadi bagian dari strategi akademik dalam menyusun kurikulum yang adaptif dan inovatif.
