
Jakarta, 20 Juli 2024 – Sekolah Pascasarjana UHAMKA Program Studi Magister Pendidikan Dasar (Pendas) sukses menyelenggarakan seminar bertajuk ” Neurosains untuk Pendidikan Dasar”. Acara ini berlangsung di Aula Sekolah Pascasarjana UHAMKA dan dihadiri oleh lebih dari 150 peserta, terdiri dari dosen, mahasiswa, guru dan praktisi pendidikan lainnya
Seminar ini dibuka dengan sambutan dari Prof. Dr. Ade Hikmat, M.Pd., yang menekankan pentingnya kolaborasi antara bidang pendidikan dan ilmu neurosains. “Sinergi antara pendidikan dan neurosains diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para pendidik dalam memahami cara kerja otak.
Narasumber utama pada seminar ini adalah Dr. dr. Gea Pandhita, M.Kes. Sp.N dan Dr. Yessy Yanita Sari, M.Pd. Dr. Gea Pandhita, seorang ahli neurosains, memaparkan bagaimana perkembangan otak anak-anak dapat mempengaruhi kemampuan belajar mereka. “Otak memainkan peran penting dalam memori, pembelajaran, dan perubahan perilaku. Meskipun beratnya hanya sekitar 2% dari tubuh kita, otak menggunakan sekitar 20% energi dan 25% oksigen yang kita konsumsi, Dalam konteks pendidikan, pemahaman tentang cara kerja otak dapat meningkatkan proses pembelajaran. Stimulasi yang baik penting untuk perkembangan otak anak sejak dini, serta memberikan berbagai bahasa dan stimulus lain untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan memahami.” kata Dr. Gea Pandhita.

Sementara itu, Dr. Yessy Yanita Sari, M.Pd yang juga ketua program studi Magister Pendas UHAMKA, menjelaskan aplikasi praktis dari neurosains dalam kurikulum pendidikan dasar. Ia menekankan pentingnya metode pembelajaran yang adaptif dan berbasis pada penelitian neurosains terbaru. Yessy dan Tim Peneliti telah mengembangkan media pembelajaran berbasis neurosains berbantuan Teknologi Augmented Reality. Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para peserta memiliki kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan narasumber.
Selain itu juga, peserta diajak mencoba media pembelajaran berbasis AR yang baru dikembangkan Tim Peneliti. Peserta juga diajak mencoba Human eye tracker adalah teknologi yang digunakan untuk merekam dan menganalisis gerakan mata manusia . Selain itu simulasi dengan menggunakan Elektroensefalografi (EEG) adalah alat yang digunakan dalam neurosains untuk merekam aktivitas listrik di otak. Banyak peserta yang mengapresiasi seminar ini karena memberikan wawasan baru dan bermanfaat dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia.
Seminar “Pendidikan Bertemu Neurosains untuk Pendidikan Dasar” ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam integrasi neurosains dan pendidikan dasar di Indonesia, serta menjadi inspirasi bagi para pendidik untuk terus mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan berbasis penelitian.
